Mamaku pernah bertanya padaku, “Apa saja yang kau lantunkan pada setiap doamu nak?”
Mendengar hal itu, aku hanya terdiam, lalu menjawab dengan tersenyum “Tentu saja kebaikan orang-orang yang aku sayangi..”
“Lalu.. Apa kamu tidak mendoakan dirimu sendiri?”
“Tentu saja iya. Tapi setelah semua orang yang aku sayangi selesai aku doakan..”
Yaa memang benar.. Setiap doaku selalu kulantunkan untuk orang-orang yang aku sayangi. Orang-orang yang selalu mendukungku apapun itu kondisiku, menerima dan selalu memaafkan segala kekurangan dan kesalahanku, setia mendengarkan keluh kesahku, tak pernah merasa rugi meskipun aku telah banyak merepotkan dan telah banyak berkorban untukku. Karena semuanya itu aku menyebut mereka orang-orang hebat!
Yang pertama tentu saja orang tuaku. Bagiku mereka mama dan papa yang paling hebat. Bagaimana tak hebat? Mereka telah membesarkan aku dan adekku tanpa pernah mengeluh. Papaku yang selalu sabar meskipun aku bandel dan nakal, tak pernah berhenti membekaliku dengan kebaikan, mengajariku pelajaran sekolah bahkan nilai-nilai hidup. Papaku ini papa yang kuat dan tegar, jarang sekali sakit meskipun sering terkena hujan dan letih dengan tumpukan kerja di kantor. Aku juga tak pernah melihat beliau menangis. Bahkan sedikitpun tak pernah kudengar papa mengeluh, walaupun aku tahu begitu banyak beban hidupnya. Aku salut padamu, papa .
Setelah itu.. Orang yang paling spesial di hidupku, yaitu mamaku. Mengapa aku bilang orang paling spesial di hidupku? Mama bukan hanya menjadi sosok ibu bagiku, tapi juga sosok sahabat. Pernah tengah malam aku membangunkannya karena ingin mencari teman untuk berkeluh kesah. Mama bukan hanya menjadi ibu bagi kedua anaknya, tapi juga menjadi wanita karir. Yaahh.. meskipun aku sering bertengkar dengan mamaku, tapi hal yang paling aku takutkan adalah berbohong kepadanya. Tentu kalian tau, karena surga berada di telapak kaki ibu.
Yang kedua aku selalu mendoakan kesehatan dan kebaikan untuk kakek-kakek dan nenekku serta keluarga besarku lainnya. Terutama nenekku, yang sekarang sedang sakit. Jujur, aku sungguh merasa sangat sedih dan menyesal karena setelah 2 minggu nenekku sakit, aku baru sempat menjenguknya. Aku yang setiap hari mendapat telfon, sekarang tidak ada lagi. Saat ini nenekku hanya bisa terbaring lemas. Sungguh, aku kangen ditelfon nenek. Lekas sembuh nenek.. :’) Aku teringat.. sewaktu kecil kakek nenekku yang sering menggendongku berkeliling komplek rumah agar aku doyan makan. Kakekku yang selalu membangunkanku untuk sholat subuh berjamaah. Sampai sebesar ini mereka masih cerewet menasihatiku ini itu, sampai hal yang terkecilpun, bahkan yang menurutku tak penting. Tapi semua itu karena mereka begitu perhatian padaku.. Terima kasih.. Bagiku mereka orang hebat!
Kakek dan nenekku sering bercerita bagaimana mereka berjuang untuk bisa sekolah dan bagaimana mereka membangkitkan semangat adik-adiknya untuk sekolah. Meskipun kakek dan nenekku anak petani. Untuk bisa sekolah banyak hal yang harus mereka lalui, diantaranya membantu orang berjualan nasi pecel, jalan kaki puluhan kilometer, kelaparan kehabisan uang dan lain-lain. Selain itu, cerita perjuangan mereka untuk membesarkan anak-anaknya juga sangat menginspirasi. Jika bukan karena mereka, tentu mama papaku juga tidak akan sekolah dan mendapatkan pendidikan tinggi. Bagiku mereka adalah pahlawan...
Yang ketiga adalah adekku yang paling aku sayang, karena memang cuma satu XD Yahh.. meskipun sering bertengkar, karena memang dia sangat menyebalkan, sulit diatur dan sangat suka berbuat usil. Tapiii meskipun begitu aku sadar dia punya rasa sayang yang besar padaku. Sering kali ketika diajak mama papaku pergi makan tanpa aku, dia yang selalu mengingatkan “mbak bila gimana makannya dirumah? Jangan lupa dibelikan juga yaa..”. Pernah suatu ketika dia mendapatkan makanan enak, tapi tidak cepat dia makan karena menunggu aku pulang sekolah, meskipun dia sendiri kelaparan. So sweet adekku.. :’). Pernah juga sewaktu adekku masih kecil diajak keluar kota. Karena aku tidak ikut baru beberapa hari, dia langsung sakit. Mungkin karena telepati kebersamaan kami begitu kuat XD Maklum saja, sejak aku kelas 3 SD, dan adekku masih sangat kecil, kita berdua sering sekali ditinggal orang tua keluar kota. Jadi, kita sudah terbiasa kompak, saling mengisi, saling berbagi sejak kecil. Aku sayang kamu adekku.. :’) dan bagiku kamu anak hebat karena sudah mau berkorban demi rasa sayangmu bagi kakakmu ini.
Yang keempat, tentu saja sahabat-sahabatku. Sahabat akrab dan sahabat spesialku.. ups. Mereka tempatku berbagi, entah itu berbagi cerita, berbagi jawaban tugas ataupun ulangan, sampai berbagi bekal. Mereka yang memberikan warna berbeda dalam hidupku.. Terima kasih sudah mau hadir dalam hidupku.. Bagiku kalian orang hebat, karena sudah mau jadi sahabat orang sepertiku yang lola dan terkadang egois. Terutama kamu sahabat spesialku, aku tahu meskipun tanpa kamu sampaikan, sebenarnya bersamaku bukan hal yang menyenangkan. Namun hingga sekarang kamu masih bertahan. Untuk itu aku menilai kamu adalah laki-laki hebat! Yang tidak hanya menuruti rasa senang dan kemauan..
Kalian salah jika berkata aku sangat baik telah mendoakan mereka. Bukan aku yang sangat baik, tapi mereka. Bukan hanya baik, tapi juga hebat. Mereka motivatorku, inspiratorku, moodboosterku. Aku yang sangat jahat jika tak mendoakan kebaikan mereka. Mereka yang telah menyayangiku sepenuhnya, seperti halnya aku menyayangi mereka. Tanpa mereka mungkin hidupku tidak akan seberuntung ini. Maafkan aku yang selama ini pasti menyusahkan, egois, tak bisa menjadi seperti yang kalian inginkan. Hanya doa yang bisa aku lakukan sebagai permintaan maafku.
Terima kasih :) Aku sangat beruntung dan bersyukur mempunyai mereka, orang-orang yang aku sayangi dan menyayangiku. Bagiku kalian orang-orang super hebat!! :D