Haii guys, nggak kerasa yaa..
Kayak seminggu yang lalu kita baru aja masuk SMA, bangga waktu liat pengumuman
Penerimaan Peserta Didik baru, bisa masuk SMA yang kita inginkan. Baru aja beberapa
hari yang lalu kita ikut MOS, dimarahi kakak-kakak OSIS gara-gara atribut
salah, warna pita kita nggak sama kayak temen-temen sekelas lainnya, dan
lain-lain. Serasa baru aja kemaren jalan-jalan ke pantai bareng temen-temen,
ngisi waktu libur semester have fun bareng, biar bisa jadi kelas yang kompak..
Tapi waktu tadi pagi aku masuk sekolah setelah libur semester yang panjaaang, suasananya udah beda banget. Temen-temen sekelas yang biasanya datang agak siang, tadi pada datang pagi biar bisa dapet bangku di depan, padahal hari-hari biasanya malah milih buat duduk di bangku paling belakang, biar nggak ditanya-tanya sama guru kimia yang killer. Aku masuk kelas yang biasanya super duper rame dan heboh, tadi malah sepi krik krik. Cuma beberapa anak ngobrol-ngobrol masalah Perguruan Tinggi. Biasanya nih kalo udah bel istirahat, temen-temen pada lari ke laboratorium ekonomi, kantin. Hari ini malah jalan dengan langkah pasti menuju mushola, melaksanakan ibadah sholat dhuha, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar diberi ridho dan rahmat-Nya.
Tapi waktu tadi pagi aku masuk sekolah setelah libur semester yang panjaaang, suasananya udah beda banget. Temen-temen sekelas yang biasanya datang agak siang, tadi pada datang pagi biar bisa dapet bangku di depan, padahal hari-hari biasanya malah milih buat duduk di bangku paling belakang, biar nggak ditanya-tanya sama guru kimia yang killer. Aku masuk kelas yang biasanya super duper rame dan heboh, tadi malah sepi krik krik. Cuma beberapa anak ngobrol-ngobrol masalah Perguruan Tinggi. Biasanya nih kalo udah bel istirahat, temen-temen pada lari ke laboratorium ekonomi, kantin. Hari ini malah jalan dengan langkah pasti menuju mushola, melaksanakan ibadah sholat dhuha, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar diberi ridho dan rahmat-Nya.
Emang guys, suasana pasti berbeda nggak kayak kemaren-kemaren, sekarang kita udah kelas 3 SMA.. KEELAASSS TIIGAA guys. Waktu dimana sangat menentukan masa depan kita. Ini bukan waktu buat main-main lagi, nggak bisa kita buat hura hura tralala terus. Kalo aku boleh bilang, kelas 3 SMA ini masa yang paling sulit. Kenapa aku bilang sulit? Kita disini masih remaja yang mau menuju kedewasaan, dimana masih labil, bingung menentukan mana yang baik untuk kita. Sama halnya dengan pilihan fakultas serta Perguruan Tinggi nya, kebanyakan dari kita masih bingung dengan hal itu. Bingung karena kita juga masih belum tau betul potensi apakah yang ada dalam diri kita sehingga nggak tau harus fokus pada bidang apa. Memilih Perguruan Tinggi pun kadang kita lebih condong ikut teman-teman, dan gengsi sehingga ingin masuk ke Perguruan Tinggi yang gradenya bagus. Padahal Perguruan Tinggi dengan grade yang bagus belum tentu menjanjikan lho guys..
Dulu aku punya
tetangga, keluarga itu tergolong keluarga yang berpendidikan. Anak-anaknya
selalu masuk fakultas favorit di Perguruan Tinggi ternama. Tetapi anaknya yang
paling terakhir hanya melanjutkan sekolahnya di sekolah tari, karena dari kecil
yang disukainya memang menari. Yahh kedua orang tuanya sempat agak ketir-ketir
dengan masa depan anak ini. Tapi mereka maupun anaknya beranggapan bahwa
sesuatu, apapun itu, jika dilakukan dengan rasa cinta pasti akan berbuah
sukses. Alhasil, anaknya yang paling terakhir lebih sukses dibanding dengan
kakak-kakaknya. Karena keahliannya menari tradisional bisa mengantarkan anak
itu menjadi guru tari di Amerika.. Keren kaan guys..
Selain itu, papa
mamaku pernah bercerita tentang karir teman-temannya. Papa mamaku punya teman,
bisa dikatakan seorang profesor sukses, yang dulunya hanya alumni SD, SMP, SMA,
dan Perguruan Tinggi yang gradenya tidak begitu bagus. Tapi karena Perguruan
Tinggi tersebut satu kota dengan tempat tinggalnya, membuat dia bisa lebih
survive karena dekat dengan orang tua dan semua akses yang dibutuhkan lebih
mudah dijangkau, sehingga beliau lebih bisa bersungguh-sungguh dengan
kuliahnya. Jika dibandingkan dengan teman-teman mama papaku yang alumni
Perguruan Tinggi dengan grade bagus, beliau lebih sukses.
Malah banyak
alumni dari Perguruan Tinggi ternama yang setelah lulus sulit mendapat kerja
karena nilai Indeks prestasinya jelek. Di perguruan tinggi ternama, menurut
cerita saudara-saudaraku sulit banget buat dapet nilai bagus, padahal sekarang
ini hampir semua lowongan pekerjaan butuhin nilai IPK minimum 3. Sama halnya
kayak jurusan-jurusan elit yang berisi orang-orang pintar guys, biasanya
dosen-dosen disana sangat amat pelit nilai, sehingga alumninya malah kesulitan
mencari kerja..
Maka dari itu
guys, apapun yang kita pilih nanti, jangan karena gengsi dan bangga kalo bisa
masuk fakultas favorit di Perguruan Tinggi ternama, karena Perguruan TInggi
ternama tidak selalu menjanjikan. Pilihlah yang benar-benar kita suka dan kita
yakin apabila masuk pada jurusan disuatu Perguruan Tinggi kita bisa
menjalaninya dengan mudah. Just follow your heart and keep use our logic, dan
jangan lupa selalu minta saran kepada kedua orang tua kita, karena emang
beliau-beliau yang sejak kita kecil tau kemampuan dan potensi kita. Dan tak
lupa, yang terakhir jangan lupa selalu meminta yang terbaik kepada Tuhan Yang
Maha Kuasa. Apapun yang kita lakukan, meskipun itu sekuat tenaga, tidak akan
bisa tercapai tanpa ridho Allah.. GOOD LUCK guys.. J
