Senin, 05 Agustus 2013

Perguruan Tinggi favorit nggak selalu menjamin lho..

Haii guys, nggak kerasa yaa.. Kayak seminggu yang lalu kita baru aja masuk SMA, bangga waktu liat pengumuman Penerimaan Peserta Didik baru, bisa masuk SMA yang kita inginkan. Baru aja beberapa hari yang lalu kita ikut MOS, dimarahi kakak-kakak OSIS gara-gara atribut salah, warna pita kita nggak sama kayak temen-temen sekelas lainnya, dan lain-lain. Serasa baru aja kemaren jalan-jalan ke pantai bareng temen-temen, ngisi waktu libur semester have fun bareng, biar bisa jadi kelas yang kompak..

Tapi waktu tadi pagi aku masuk sekolah setelah libur semester yang panjaaang, suasananya udah beda banget. Temen-temen sekelas yang biasanya datang agak siang, tadi pada datang pagi biar bisa dapet bangku di depan, padahal hari-hari biasanya malah milih buat duduk di bangku paling belakang, biar nggak ditanya-tanya sama guru kimia yang killer. Aku masuk kelas yang biasanya super duper rame dan heboh, tadi malah sepi krik krik. Cuma beberapa anak ngobrol-ngobrol masalah Perguruan Tinggi.  Biasanya nih kalo udah bel istirahat, temen-temen pada lari ke laboratorium ekonomi, kantin. Hari ini malah jalan dengan langkah pasti  menuju mushola, melaksanakan ibadah sholat dhuha, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar diberi ridho dan rahmat-Nya.

Emang guys, suasana pasti berbeda nggak kayak kemaren-kemaren, sekarang kita udah kelas 3 SMA.. KEELAASSS TIIGAA guys. Waktu dimana sangat menentukan masa depan kita. Ini bukan waktu buat main-main lagi, nggak bisa kita buat hura hura tralala terus. Kalo aku boleh bilang, kelas 3 SMA ini masa yang paling sulit. Kenapa aku bilang sulit? Kita disini masih remaja yang mau menuju kedewasaan, dimana masih labil, bingung menentukan mana yang baik untuk kita. Sama halnya dengan pilihan fakultas serta  Perguruan Tinggi nya, kebanyakan dari kita masih bingung dengan hal itu. Bingung karena kita juga masih belum tau betul potensi apakah yang ada dalam diri kita sehingga nggak tau harus fokus pada bidang apa. Memilih Perguruan Tinggi pun kadang kita lebih condong ikut teman-teman, dan gengsi sehingga ingin masuk ke Perguruan Tinggi yang gradenya bagus. Padahal Perguruan Tinggi dengan grade yang bagus belum tentu menjanjikan lho guys..

  
Begini, aku punya beberapa cerita yang pernah aku dengar dari orang-orang terdekatku..

Dulu aku punya tetangga, keluarga itu tergolong keluarga yang berpendidikan. Anak-anaknya selalu masuk fakultas favorit di Perguruan Tinggi ternama. Tetapi anaknya yang paling terakhir hanya melanjutkan sekolahnya di sekolah tari, karena dari kecil yang disukainya memang menari. Yahh kedua orang tuanya sempat agak ketir-ketir dengan masa depan anak ini. Tapi mereka maupun anaknya beranggapan bahwa sesuatu, apapun itu, jika dilakukan dengan rasa cinta pasti akan berbuah sukses. Alhasil, anaknya yang paling terakhir lebih sukses dibanding dengan kakak-kakaknya. Karena keahliannya menari tradisional bisa mengantarkan anak itu menjadi guru tari di Amerika.. Keren kaan guys..

Selain itu, papa mamaku pernah bercerita tentang karir teman-temannya. Papa mamaku punya teman, bisa dikatakan seorang profesor sukses, yang dulunya hanya alumni SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi yang gradenya tidak begitu bagus. Tapi karena Perguruan Tinggi tersebut satu kota dengan tempat tinggalnya, membuat dia bisa lebih survive karena dekat dengan orang tua dan semua akses yang dibutuhkan lebih mudah dijangkau, sehingga beliau lebih bisa bersungguh-sungguh dengan kuliahnya. Jika dibandingkan dengan teman-teman mama papaku yang alumni Perguruan Tinggi dengan grade bagus, beliau lebih sukses.

Malah banyak alumni dari Perguruan Tinggi ternama yang setelah lulus sulit mendapat kerja karena nilai Indeks prestasinya jelek. Di perguruan tinggi ternama, menurut cerita saudara-saudaraku sulit banget buat dapet nilai bagus, padahal sekarang ini hampir semua lowongan pekerjaan butuhin nilai IPK minimum 3. Sama halnya kayak jurusan-jurusan elit yang berisi orang-orang pintar guys, biasanya dosen-dosen disana sangat amat pelit nilai, sehingga alumninya malah kesulitan mencari kerja..


Maka dari itu guys, apapun yang kita pilih nanti, jangan karena gengsi dan bangga kalo bisa masuk fakultas favorit di Perguruan Tinggi ternama, karena Perguruan TInggi ternama tidak selalu menjanjikan. Pilihlah yang benar-benar kita suka dan kita yakin apabila masuk pada jurusan disuatu Perguruan Tinggi kita bisa menjalaninya dengan mudah. Just follow your heart and keep use our logic, dan jangan lupa selalu minta saran kepada kedua orang tua kita, karena emang beliau-beliau yang sejak kita kecil tau kemampuan dan potensi kita. Dan tak lupa, yang terakhir jangan lupa selalu meminta yang terbaik kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Apapun yang kita lakukan, meskipun itu sekuat tenaga, tidak akan bisa tercapai tanpa ridho Allah.. GOOD LUCK guys.. J

4 komentar:

  1. waaah, makasih mbak. Bagus ini (y)

    BalasHapus
  2. 4x8 sheet metal prices near me - TetaniumArt
    Prices of 4X8 sheet metal can titanium quartz meaning be titanium cost found on many websites today, titaum and this page is filled with info black oxide vs titanium drill bits and information you need pertaining to 4X8 sheet titanium jewelry piercing metal prices

    BalasHapus