Heii kamu..
Yang namamu sudah tersanding denganku 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi
Ku tunggu kedatanganmu di kursi tunggu stasiun kereta senja
Hingga kini, belum kutahu siapa dirimu
Bisa jadi engkau akan datang dengan kereta mutiara dari Jakarta
Atau turangga dari Jogjakarta
Ataupun bisa jadi engkau adalah security stasiun yang dari kemarin mengamatiku
Bisa jadi pula engkau penjual koran dekat tiang yang mencuri perhatianku
Ataupun teman ngobrolku yang kasian melihatku bengong
Siapapun kamu
Ku ingin jika kau datang aku baik-baik saja..
Bisa jadi beberapa kali aku salah menyangka orang
Kukira engkau yang barusan datang dengan rombongan pelajar yang pulang dari lomba olimpiade science dan sempat duduk, mengajakku mengobrol ketika menunggu jemputan
Atau kukira engkau datang bersama rombongan musisi berambut gondrong dan berwajah tampan yang sempat menarik perhatianku hingga aku keliru menyangka itu dirimu
Akan tetapi
Siapapun kamu
Kuingin jika kau datang aku masih terjaga..
Bisa jadi aku salah menyangka kereta
Berlari menyambut kereta yang baru datang
Hingga terjatuh diujung anak tangga tingkat terakhir
Hingga dengkulku terluka
Dan ketika pintu kereta terbuka
Kuamati
Ternyata tidak satupun penumpang adalah kamu
Tapi ku ingin ketika kau datang aku masih setia
Menunggu saat bertemu dengan kamu yang namanya tersanding denganku 50.000 sebelum penciptaan langit dan bumi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar