Rabu, 16 Juli 2014

Jangan bilang keren kalo belum minum kopi!!

Kopi merupakan minuman yang sangat popular dikarenakan banyaknya masyarakat yang menjadi penggemar kopi. Hal tersebut menyebabkan menjamurnya gerai-gerai kopi yang laris dikunjungi, seperti misalnya starbucks yang  hingga kini terdapat di 61 negara dengan jumlah gerai 20.336. Untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah kedai kopi tersedia mulai di cafĂ©, pertokoan hingga warung-warung dipinggir jalan.
Kopi berkembang bukan hanya sebagai minuman pelepas dahaga akan tetapi juga sebagai media sosial. Telah menjadi adat, jika beberapa orang sedang berkumpul, berbincang-bincang, rapat, atau bahkan sekadar “cangkruk”, kopi tak luput menemani mereka. Kopi seolah-olah menjadi pemersatu bagi mereka. Dirumah, jika ada seseorang bertamu, tuan rumah biasanya menyuguhkan kopi. Di warung kopi, tukang becak yang selesai mengayuh becak seharian, memesan kopi untuk melepas lelah, para buruh bangunan atau buruh pabrik melakukan hal yang sama untuk menyelingi waktu bersantai sewaktu istirahat, para pengangguran pun juga sama memesan kopi hanya untuk sekadar “cangkruk” membincangkan pertandingan bola, mengejek pemerintah yang suka korupsi, bahkan ada juga yang melamun meratapi nasib. Selain itu, di perkantoran kopi juga memiliki peran yang sama. Para pengusaha yang sedang ingin menjalin mitra dengan perusahaan lain, yang sedang membicarakan proyek pembangunan berbasa-basi menggunakan kopi.
Kopi diseduh dengan air panas sampai mengepul-ngepul, membuat para peminumnya harus menunggu dan menghirupnya perlahan-lahan. Hal ini yang membuat meminum kopi akan sangat asyik jika sambil berbincang-bincang. Jadilah kopi minuman sosial, kendaraan perbincangan berbagai hal.
Dalam novelnya “Cinta di dalam Gelas”, Andrea Hirata (2010), banyak mengungkapkan mengenai kebiasaan orang melayu minum kopi, bahkan menelaah sifat seseorang dari jenis kopi kesukaannya, sebagai berikut:
Mereka yang menghirup kopi pahit umumnya bernasib sepahit kopinya. Makin pahit kopinya, makin berlika-liku petualangannya. Hidup mereka penuh intaian mara bahaya. Cinta? Berantakan. Istri? Pada minggat. Bisnis? Kena tipu. Namun, mereka tetap mencoba dan mencipta. Mereka naik panggung dan dipermalukan. Mereka menang dengan gilang-gemilang lalu kalah tersuruk-suruk. Mereka jatuh, bangun, jatuh, dan bangun lagi. Dalam dunia pergaulan zaman modern ini mereka disebut para player.
Mereka yang takaran gula, kopi, dan susunya proposional umumnya adalah pegawai kantoran yang bekerja rutin dan berirama hidup itu-itu saja. Mereka tak lain pria ‘do-re-mi’, dan mereka telah kawin dengan seseorang bernama bosan. Kelompok antiperubahan ini melingkupi diri dengan selimut dan tidur nyenyak di dalam zona yang nyaman. Proporsi gula, kopi, dan susu itu mencerminkan kepribadian mereka yang sungkan mengambil risiko. Tanpa mereka sadari, kenyamanan itu membuat waktu, detik demi detik, menelikung mereka. Kaum ini disebut safety player.
Ada pula satu kaum yang disebut sebagai semi-player. Cirinya: 4 sendok kopi, ini termasuk kental, tapi ditambah gula, setengah sendok saja. Orang-orang ini merupakan ahli pada bidangnya. Mereka bertangan dingin dan penuh perhitungan. Mereka bukan tipe pegang-lepaskan-pegang-lepaskan. Mereka adalah tipe pegang-cengkeram-telan. Namun, adakalanya mereka adalah pencinta yang romantis Takaran kopi semacam itu membuat mereka merasakan pahit dekat tenggorokan, namun terbersit sedikit manis di ujung lidah. Bagi mereka, hal itu sexy!
Mereka yang minum kopi dan hanya minta sedikit gula, lalu setelah diberi gula, mengatakan terlalu manis atau kurang manis, merupakan orang-orang yang gampang dihasut. Merekalah pengacau politik republik karena suaranya mudah dibeli. Mereka itu kaum yang plin-plan! Petinggi-petinggi partai politik dan menteri-menteri kabinet banyak bercokol di wilayah ini.
Mereka yang memerlukan susu lebih banyak umumnya bermasalah dengan kehidupan rumah tangga. Dalam keadaan yang ekstrem- misalnya tengah berpekara talak menalak di pengadilan, mereka hanya meminum  air panas dan susu saja, tanpa gula dan kopi. Orang- orang ini sering melamun di warung kopi. Tak tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam kepala mereka. Mereka adalah ex-player.
Namun ada pula yang suka minum air dengan gula saja. Tanpa susu dan kopi. Mereka adalah burung sirindit. Adapun mereka yang sama sekali tidak minum kopi adalah penyia-nyia hidup ini.
(HA HA HA LUCU JUGA YAAA, BISA DIJADIKAN PEDOMAN DALAM PENENTUAN CALON PACAR, CALON PEGAWAI BAHKAN CALON PRESIDEN )
Sebenarnya apa sih yang membuat kopi banyak digemari masyarakat? Dibalik rasa dan aromanya yang nikmat, kopi mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan sehingga dikenal sebagai minuman berkhasiat dan berenergi. Hal ini disebabkan oleh senyawa yang dikandung dalam kopi yaitu kafein. Zat ini dapat menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap, dapat menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin, serta dapat mencegah penyakit serangan jantung. Pada beberapa kasus, konsumsi kopi juga dapat membuat tubuh tetap terjaga dan meningkatkan konsentrasi . Bahkan dalam bidang olahraga, banyak atlet mengkonsumsi kopi sebelum bertanding, karena senyawa aktif di dalam kopi mampu meningkatkan metabolisme energi, terutama untuk memecahkan glikogen (gula cadangan dalam tubuh).
Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa antioksidan dalam jumlah yang cukup banyak. Adanya antioksidan dapat membantu tubuh dalam menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun.
Namun, kopi juga mempunyai efek negatif jika dikonsumsi secara berlebihan, seperti susah buang air besar, menyebabkan pembentukan karang gigi dan membuat gigi menjadi kuning, menimbulkan kegelisahan, peningkatan asam lambung, dapat menimbulkan gangguan pada mata. Oleh karena itu, bagi penggemar kopi disarankan untuk tidak mengkonsumsi kopi secara berlebihan, karena segala sesuatu yang berlebihan akan berakibat buruk.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar