Kopi merupakan
minuman yang sangat popular dikarenakan banyaknya masyarakat yang menjadi
penggemar kopi. Hal tersebut menyebabkan menjamurnya gerai-gerai kopi yang
laris dikunjungi, seperti misalnya starbucks yang hingga kini terdapat di 61 negara dengan
jumlah gerai 20.336. Untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah kedai kopi
tersedia mulai di café, pertokoan hingga warung-warung dipinggir jalan.
Kopi berkembang
bukan hanya sebagai minuman pelepas dahaga akan tetapi juga sebagai media
sosial. Telah menjadi adat, jika beberapa orang sedang berkumpul,
berbincang-bincang, rapat, atau bahkan sekadar “cangkruk”, kopi tak luput
menemani mereka. Kopi seolah-olah menjadi pemersatu bagi
mereka. Dirumah, jika ada seseorang bertamu, tuan rumah biasanya menyuguhkan kopi.
Di warung kopi, tukang becak yang selesai mengayuh becak seharian, memesan kopi
untuk melepas lelah, para buruh bangunan atau buruh pabrik melakukan hal yang
sama untuk menyelingi waktu bersantai sewaktu istirahat, para pengangguran pun
juga sama memesan kopi hanya untuk sekadar “cangkruk” membincangkan
pertandingan bola, mengejek pemerintah yang suka korupsi, bahkan ada juga yang
melamun meratapi nasib. Selain itu, di perkantoran kopi juga memiliki peran
yang sama. Para pengusaha yang sedang ingin menjalin mitra dengan perusahaan
lain, yang sedang membicarakan proyek pembangunan berbasa-basi menggunakan kopi.
Kopi
diseduh dengan air panas sampai mengepul-ngepul, membuat para peminumnya harus
menunggu dan menghirupnya perlahan-lahan. Hal ini yang membuat meminum kopi
akan sangat asyik jika sambil berbincang-bincang. Jadilah kopi minuman sosial,
kendaraan perbincangan berbagai hal.
Dalam
novelnya “Cinta di dalam Gelas”, Andrea Hirata (2010), banyak mengungkapkan
mengenai kebiasaan orang melayu minum kopi, bahkan menelaah sifat seseorang
dari jenis kopi kesukaannya, sebagai berikut:
Mereka yang menghirup kopi pahit umumnya bernasib sepahit
kopinya. Makin pahit kopinya, makin berlika-liku petualangannya. Hidup mereka
penuh intaian mara bahaya. Cinta? Berantakan. Istri? Pada minggat. Bisnis? Kena
tipu. Namun, mereka tetap mencoba dan mencipta. Mereka naik panggung dan
dipermalukan. Mereka menang dengan gilang-gemilang lalu kalah tersuruk-suruk.
Mereka jatuh, bangun, jatuh, dan bangun lagi. Dalam dunia pergaulan zaman
modern ini mereka disebut para player.
Mereka yang takaran gula, kopi, dan susunya proposional
umumnya adalah pegawai kantoran yang bekerja rutin dan berirama hidup itu-itu
saja. Mereka tak lain pria ‘do-re-mi’, dan mereka telah kawin dengan seseorang
bernama bosan. Kelompok antiperubahan ini melingkupi diri dengan selimut dan
tidur nyenyak di dalam zona yang nyaman. Proporsi gula, kopi, dan susu itu
mencerminkan kepribadian mereka yang sungkan mengambil risiko. Tanpa mereka
sadari, kenyamanan itu membuat waktu, detik demi detik, menelikung mereka. Kaum
ini disebut safety player.
Ada pula satu kaum yang disebut sebagai semi-player. Cirinya:
4 sendok kopi, ini termasuk kental, tapi ditambah gula, setengah sendok saja.
Orang-orang ini merupakan ahli pada bidangnya. Mereka bertangan dingin dan
penuh perhitungan. Mereka bukan tipe pegang-lepaskan-pegang-lepaskan. Mereka
adalah tipe pegang-cengkeram-telan. Namun, adakalanya mereka adalah pencinta
yang romantis Takaran kopi semacam itu membuat mereka merasakan pahit dekat
tenggorokan, namun terbersit sedikit manis di ujung lidah. Bagi mereka, hal itu
sexy!
Mereka yang minum kopi dan hanya minta sedikit gula, lalu
setelah diberi gula, mengatakan terlalu manis atau kurang manis, merupakan
orang-orang yang gampang dihasut. Merekalah pengacau politik republik karena
suaranya mudah dibeli. Mereka itu kaum yang plin-plan! Petinggi-petinggi partai
politik dan menteri-menteri kabinet banyak bercokol di wilayah ini.
Mereka yang memerlukan susu lebih banyak umumnya bermasalah
dengan kehidupan rumah tangga. Dalam keadaan yang ekstrem- misalnya tengah
berpekara talak menalak di pengadilan, mereka hanya meminum air panas
dan susu saja, tanpa gula dan kopi. Orang- orang ini sering melamun di warung
kopi. Tak tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam kepala mereka. Mereka adalah
ex-player.
Namun ada pula yang suka minum air
dengan gula saja. Tanpa susu dan kopi. Mereka adalah burung sirindit. Adapun
mereka yang sama sekali tidak minum kopi adalah penyia-nyia hidup ini.
(HA HA HA LUCU JUGA YAAA, BISA
DIJADIKAN PEDOMAN DALAM PENENTUAN CALON PACAR, CALON PEGAWAI BAHKAN CALON
PRESIDEN )
Sebenarnya
apa sih yang membuat kopi banyak digemari masyarakat? Dibalik rasa dan aromanya
yang nikmat, kopi mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan sehingga dikenal
sebagai minuman berkhasiat dan berenergi. Hal ini disebabkan oleh senyawa yang
dikandung dalam kopi yaitu kafein. Zat ini dapat menekan pertumbuhan sel kanker
secara bertahap, dapat menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan
cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin, serta dapat mencegah penyakit serangan
jantung. Pada beberapa kasus, konsumsi kopi juga dapat membuat tubuh tetap
terjaga dan meningkatkan konsentrasi . Bahkan dalam bidang olahraga,
banyak atlet mengkonsumsi kopi sebelum bertanding, karena senyawa aktif di
dalam kopi mampu meningkatkan metabolisme energi,
terutama untuk memecahkan glikogen (gula cadangan dalam tubuh).
Selain
kafein, kopi juga mengandung senyawa antioksidan dalam jumlah yang cukup
banyak. Adanya antioksidan dapat membantu tubuh dalam menangkal efek
pengrusakan oleh senyawa radikal bebas,
seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun.
Namun,
kopi juga mempunyai efek negatif jika dikonsumsi secara berlebihan, seperti
susah buang air besar, menyebabkan pembentukan karang gigi dan membuat gigi
menjadi kuning, menimbulkan kegelisahan, peningkatan asam lambung, dapat
menimbulkan gangguan pada mata. Oleh karena itu, bagi penggemar kopi disarankan
untuk tidak mengkonsumsi kopi secara berlebihan, karena segala sesuatu yang
berlebihan akan berakibat buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar