Rabu, 12 November 2014

PERKEMBANGAN TEORI ATOM

Istilah atom dimulai dari ilmuwan Yunani, salah satunya ada Aristoteles yang percaya bahwa sebuah benda bisa dibagi tiada batas menjadi partikel-partikel kecil. Leucippus berpendapat bahwa ada saatnya suatu benda tidak bisa dibagi lagi menjadi partikel yang lebih kecil. Istilah atom berasal dari atomosistilah yang diungkapkan Democritus yang berarti tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom kemudian berkembang dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Konsep-konsep mengenai atom yang banyak diaplikasikan diantaranya adalah: teori atom Dalton, teori atom Thompson, teori atom Rutherford dan teori atom Bohr.
       Adapun ringkasan perbandingan dari masing-masing teori dapat diuraikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Perbandingan dari teori atom Dalton, Thompson, Rutherford dan Bohr
Teori atom
Diskripsi teori
Kelebihan
Kelemahan
Teori Dalton
Atom adalah unit terkecil dari suatu zat yang tidak dapat dibagi lagi.
Dapat menjelaskan fenomena perubahan unsur pada berbagai kondisi.
Belum dapat memprediksikan massa relatif atom dengan tepat.
Teori Thomson
Atom bukanlah sebuah bola pejal, akan tetapi memiliki subunit diantaranya adalah elektron yang tersebar merata didalam atom diantara proton.
Dapat memprediksi massa relatif atom dengan lebih tepat.
Tidak dapat menjelaskan tentang radioaktivitas atau tingkat energi didalam atom.
Teori Rutherford
Atom memiliki sebuah inti atom yang memiliki massa yang besar dan terpusat di tengah atom.
Dapat menjelaskan radioaktivitas.
Belum menjelaskan tentang tingkat energi dan kestabilan elektron di dalam atom.
Teori Bohr
Lintasan elektron di dalam atom menyerupai sistem tata surya dimana inti atom (proton dan neutron) menjadi pusat gerakan elektron, dimana elektron bergerak pada lintasan tertentu
Menjelaskan bahwa atom terdiri dari beberapa kulit yang menjadi tempat lintasan elektron dan berpindahnya elektron, sehingga mampu melepas dan menyerap energi.
Tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik, pengaruh medan magnet terhadap atom-atom, dan spektrum atom yang berelektron lebih banyak.

A.   Teori Atom Dalton
Diskripsi Teori
       Awal abad ke-19, John Dalton (1766-1844) melakukan percobaan-percobaan yang menunjang konsep atom. Percobaan tersebut dilakukan berdasarkan Hukum Lavoisier tentang kekekalan massa dan Hukum Proust tentang perbandingan tetap. Hukum Lavoisier menyatakan bahwa "Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi". Sedangkan Hukum Proust menyatakan bahwa "Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap".
Sehingga Dalton mengemukakan teori atomnya, yaitu:
1.        Atom adalah partikel terkecil yang tidakdapat dibagi-bagi lagi. Atom suatu unsursemuanya serupa, dan tidak dapat berubahmenjadi atom unsur yang lainnya.
2.        Atom-atom unsur yang berlainan dapatmembentuk molekul. Ketika terjadireaksi, atom-atom itu berpisah tetapikemudian bergabung kembali dengansusunan yang berbeda dengan susunansemula. Pada reaksi itu atom-atombergabung menurut perbandingantertentu.
3.        Bila dua macam atom membentuk duamacam persenyawaan atau lebih makaatom-atom sejenis dalam persenyawaanitu mempunyai perbandingan yangsederhana.
Hipotesa Dalton tentang atom digambarkan sebagai bola pejal.

 

Kelemahan teori atom Dalton
       Dengan berpendapat bahwa senyawa dibentuk dari berbagai jenis atom dengan perbandingan yang tetap seperti gambaran sebagai berikut:
4 atom Pb + 4 atom S   → 4 unit PbS
4 atom Pb + 6 atom S → 4 unit PbS + 2 atom S
       Hal tersebut mengakibatkan beberapa perkiraan Dalton mengenai massa atom salah terutama disebabkan karena gagal memprediksi massa relatif air. Berdasarkan perbandingan proporsinya Dalton memperkirakan air terbentuk dari satu atom oksigen dan satu atom hidrogen dari pada satu atom oksigen dengan 2 atom hidrogen.
       Selain itu pendapat Dalton bahwa atom tidak dapat dibagi ternyata tidak benar, karena atom bisa dibagi menjadi beberapa fragment dan dapat menghasilkan energi. Fragment dari atom dapat disebut juga “subatomic particle”

Kelebihan teori atom Dalton
       Walaupun gagal memprediksi beberapa massa atom relatif, teori atom dalton mampu menjelaskan banyak fenomena ilmiah. Hingga sekarang teori atom Dalton mampu memprediksi perilaku zat dalam berbagai kondisi. Berdasarkan teori atom Dalton ilmuwan berusaha mengembangkan dan membenarkan teori tersebut sehingga berkembanglah era baru ilmu kimia.

B.   Teori Atom Thomson
Diskripsi Teori
       Teori atom thomson memperbaiki pendapat dalton yang menyatakan atom tidak dapat dibagi. Melalui percobaannya menggunakan tabung lucutan gas, Thomson dapat mengidentifikasi salah satu “subatomic particle” yaitu electron. Thomson dapat mengidentifikasikan besarnya rasio muatan atom dibanding massanya atau e/m yang besarnya adalah -1,76 x 108 coulombs per gram. Adapun skema percobaan Thomson dengan menggunakan tabung lucutan gas dapat dijelaskan pada Gambar 1.


Gambar 1. Skema tabung lucutan gas yang digunakan pada percobaan thomson

       Tabung lucutan gas adalah tabung yang berisi udara dan didalamnya terdapat elektrode-elektrode yaitu elektrode positif (katode) dan elektrode negatif (anode). Udara dalam tabung dapat mengalirkan arus listrik. Berdasarkan penemuan Crooke, pada katode dipancarkan suatu sinar yang disebut sinar katoda. Sifat sinar katoda tersebut adalah memiliki energi, memendarkan kaca, membelok dalam medan listrik dan medan magnet, jika ditembakkan pada logam menghasilkan sinar X, serta bergerak cepat menurut garis lurus dan keluar tegak lurus dari katoda.
            J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katoda. Simpangan sinar katoda dalam medan listrik dan medan magnet menunjukkan sinar ini bermuatan negatif. Ketika diganti dengan logam lain, partikel sinar katoda sama, sehingga Thomson menyimpulkan partikel sinar katoda ada pada setiap logam yang akhirnya dinamakan elektron. Elektron ini tersebar merata pada seluruh bagian atom, seperti roti kismis.

Gambar 2. Skema penyimpangan sinar katoda dengan adanya medan magnet

 
Gambar 3. Skema atom Thomson  “atom menyerupai roti kismis”.

          J.J Thomson juga berhasil menemukan tentang perbandingan antara muatan dan massa elektron dengan menggunakan prinsip bahwa partikel-partikel yang bergerak melalu medan magnet akan dibelokkan.

Gambar 4. Skema percobaan untuk menentukan besarnya muatan elektron.

Maka ditemukan persamaan:
Flistrik = FLorentz
e . E = B . e . V
Karena nilai kecepatan sudah dapat diketahui maka nilai  dapat diketahui.
Kelemahan teori atom J.J. Thomson
       Walaupun dapat memprediksikan nilai e/m dan menjelaskan bahwa atom terdiri dari subbagian, akan tetapi teori atom J.J. Thomson gagal menjelaskan fenomena radioaktifitas. Hal tersebut dikarenakan Thomson memprediksi bahwa elektron tersebar merata diseluruh bagian atom diantara muatan positif, dimana jumlah muatan positif dan negatif seimbang. Teori atom Thomson tidak dapat menjelaskan adanya perbedaan tingkat energi di dalam susunan atom.
Kelebihan teori atom J.J. Thomson
       Thomson berhasil membuktikan bahwa terdapat subbagian di dalam atom, hal tersebut membantah teori atom Dalton bahwa atom merupakan bagian terkecil dari suatu zat yang tidak dapat dibagi. Melalui teori atom Thomson massa relatif suatu unsur dapat diprediksi dengan tepat melalui nilai e/m. Dengan mengetahui jumlah elektron dapat diperkirakan massa atomnya.

C.   Teori Atom Rutherford
Diskripsi teori
       Dalam percobaannya, Rutherford menembakkan partikel α pada kepingan emas yang tipis. Hasil pengamatan menunjukkan adanya partikel-partikel yang dihamburkan, dibelokkan dan dipantulkan. Adalah sangat mustahil jika sinar alfa dapat dibelokkan oleh elektron yang massanya sangat kecil, sehingga menunjukkan bahwa didalam atom terdapat suatu inti atom yang terpusat di tengah dengan massa yang besar. Berdasarkan hasil experimennya, Rutherford menyangkal teori atom J.J. Thomson.

Gambar 6. Skema percobaan Rutherford

Isi teori atom Rutherford adalah:
1.      Atom sebagian besar terdiri dari ruang hampa dengan satu inti yang bermuatan positif dan satu atau beberapa elektron  yang beredar disekitar inti, seperti planet-palnet yang bergerak dalam sistem tata surya. Massa atom sebagian besar terletak pada intinya.
2.      Atom secara keseluruhan bersifat netral, muatan positif pada inti sama besarnya dengan muatan elektron yang beredar di sekitarnya. Muatan positif pada inti besarnya sama dengan nomor atom dikalikan dengan muatan elementer.
3.      Inti dan elektron tarik-menarik. Gaya tarik menarik ini merupakan gaya sentripetal yang mengendalikan gerak elektron pada orbitnya masing-masing seperti gravitasi dalam tata surya
4.      Pada reaksi kimia, inti atom tidak mengalami perubahan. Yang mengalami perubahan ialah elektron-elektron pada kulit terluar.
Kelemahan teori atom Rutherford
       Karena menurut Rutherford lintasan elektron tidak lagi berupa lingkaran tetapi berupa pilin (seperti obat nyamuk) hal tersebut tidak mampu menjelaskan mengenai kestabilan atom karena pada akhirnya elektron jatuh ke dalam inti atom. Selain itu kelemahan teori atom Rutherford adalah tidak dapat menjelaskan mengenai spektrum garis atom hidrogen.
Kelebihan teori atom Rutherford
       Teori atom Rutherford mampu menjelaskan fenomena radioaktifitas, karena “sub-sub bagian” di dalam atom dapat berpindah posisi dengan melepas dan menyerap energi.

D.       Teori Atom Bohr
Diskripsi Teori
       Niels Bohr mengembangkan teori atom berdasarkan teori atom Rutherford. Model atom Bohr menyerupai sistem tata surya dimana elektron-elektronnya mengitari inti atom bermuatan positif di kulit tertentu. Adapun isi postulat Bohr adalah sebagai berikut:
1.      Elektron tidak berputar dalam lintasan yang sembarang, elektron hanya dapat berputar pada lintasan tertentu tanpa memancarkan energi, yang disebut lintasan stasioner.
2.      Elektron yang berpindah dari kulit yang lebih dalam ke luar akan menyerap energi dan elektron yang berpindah dari kulit yang lebih luar ke bagian dalam akan memancarkan energi

Gambar 7. Skema kulit atom berdasarkan teori Bohr

Kelemahan teori atom Bohr
1.      Melanggar asas ketidakpastian Heisenberg karena elektron mempunyai jari-jari dan lintasan yang telah diketahui.
2.      Model atom Bohr mempunyai nilai momentum sudut lintasan ground state yang salah.
3.      Lemahnya penjelasan tentang prediksi spektra atom yang lebih besar.
4.      Tidak dapat memprediksi intensitas relatif garis spektra.
5.      Model atom Bohr tidak dapat menjelaskan struktur garis spektra yang baik.
6.      Tidak dapat menjelaskan efek Zeeman.
7.      Tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik, pengaruh medan magnet terhadap atom-atom, dan spektrum atom yang berelektron lebih banyak.
Kelebihan teori atom Bohr
       Menjelaskan bahwa atom terdiri dari beberapa kulit yang menjadi tempat lintasan elektron dan berpindahnya elektron, sehingga mampu melepas dan menyerap energi.




Sumber Pustaka
1.        Burns, R.A., 1992. Fundamentals of Chemistry. Prentice Hall, New Jersey, USA.
2.         Sofyan, M., 2009. Perkembangan Teori Atom.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar